Rabu, 11 Desember 2013

CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN KONTROL PANAS OTOMATIS


CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN KONTROL PANAS OTOMATIS
A.    Latar Belakang
Mesin penetasan telur merupakan aplikasi penetasan unggas dari alam yang meniruh dari induk ternak unggas itu sendiri, mulai dari tingkahlaku sampai dengan suhu telur yang di eramkan untuk di tetaskan. Perkembangan teknologi yang meniru induk unggas untuk di jadikan mesin tetas dan memudahkan peternak untuk menetaskan telur unggas dalam skala besar dalam waktu yang bersamaan,baik mesin tetas sederhana, semi otomatis dan full otomatis.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi kebocoran maka suhu dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara panas akan keluar melalui lubang tersebut.



Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.
Gambar .01: Proses pemeliharaan dan penetasan.
B.     Bahan dan Alat
1.      Bahan pembuatan mesin tetas
Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari listrik adalah sebagai berikut:
·         Multiplek / triplek 9 mm
·         Fiting lampu
·         Engsel
·         Steker listrik
·         Kawat ram Ø 0.5 cm
·         Lampu bohlam
·         Seng
·         Thermometer
·         Thermostaat
·         Baki/nampan air
·         Kabel listrik
·         Paku triplek dan lem kayu
2.      Alat pembuatan mesin tetas
Alat untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari listrik adalah sebagai berikut:
·         gergaji kayu
·         bor
·         gergaji besi
·         obeng dan tang
·         meteran
·         pahat kayu
·         alat tulis
·         palu.



C.    Cara Membuat
1.      Potong multiplek/triplek dengan ukuran seperti pada (gambar 01) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.
2.      Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi udara dan berilah penutup yang dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 01).
3.      Buat lubang pada bagian bawah kotak dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar pelat seng (gambar 01). Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika terjadi pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat seng tersebut lampu minyak.
4.      Buat rak untuk tempat meletakkan telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 03). Bahan rak tempat telur dapat dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, yang penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin penetas.
mesin tetas 1
Gambar. 01. Kotak Mesin
mesin tetas tampak depan
Gambar. 02. Posisi Alat
rak mesin tetas
Gambar. 03. Rak Telur
Photobucket
Gambar. 04. Termostat
Gambar.02: Mesin dan alat penetasan.
D.    Bagian Dari Mesin Tetas
1.      Regulator / Thermostat
Adalah alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara otomatis. Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit, untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga kapsul. Lihat Gambar 04.
2.      Cara Menseting Thermostat
Lihat Gambar 04 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau menseting agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 38o C lampu pijar padam, maka caranya adalah
·         Jika sebelum suhu 38o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi sakelar/mikroswitch).
·         Jika suhu sudah lebih dari 38o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam (kapsul mendekati sakelar/mikroswitch).
3.      Baki/Nampan Air
Kegunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun secara drastis.
4.      Rak Telur
Berfungsi sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan kapasitasnya.
5.      Ventilasi
Diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada didalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur tersebut mati.
6.      Thermometer
Berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
E.     Alat Pendukung Penetasan
1.      Alat Candling / Teropong Telur
Digunakan untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi / fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau dapat pula dibuat dari pipa paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm didalamnya diberi lampu pijar. Kedua sisi pipa ditutup, salah satu sisinya diberi lubang lagi selebar ukuran telur.
F.     Cara Perhitungan Daya Tetas Telur
1.      Daya tetas telur kita hitung mulai dari nol (Awal)
Artinya seperti ini, misalkan kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur bibit sebanyak 1000 butir ,kita lakukan proses penetasan, dengan berbagai tahapan penetasan seperti penyeleksian telur yang fertil ,sampai penyeleksian bibit yang mati di dalam telur setelah masa penetasan tiba ( kurang lebih umur 28 hari )kita turunkan DOD ( day old Duck atau bebek umur sehari)  yang lahir, hingga didapatkan sejumlah DOD, misalkan yang menetas ada 700 ekor DOD. Berarti kesuksesan Penetasan kita 70% dari jumlah telur yang di masukkan.
secara matematis perhitungannya adalah: 700 ekor DOD dibagi 1000 telur yang masuk kali 100% = 70% daya tetasnya.
2.      Daya tetas telur kita hitung dari telur yang fertile
Artinya begini, misalkan kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur sejumlah 1000 butir, selanjutnya kita adakan proses seleksi bibit yang fertil pada umur minimal 24 jam sejak telur masuk, misalkan kita dapatkan telur yang ada bibitnya (fertil) ambil contoh misalkan sejumlah 850 butir, berarti acuan kesuksesan kita mulai dari sini perhitungannya, setelah telur berumur kurang lebih 28 hari, menetas misalkan 700 ekor DOD, bisa kita katakan Kesuksesan penetasan sekitas =82%.
Secara matematis perhitungannya adalah =700 DOD  yang menetas dibagi 850 butir telur yang fertil kali 100%  = 82%.
Apapun metode matematis yang kita gunakan sebagai perhitungan kesuksesan daya tetas mesin kita, target daya tetas diatas 80% sudah sangat bagus untuk penetasan bebek.
CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN KONTROL PANAS OTOMATIS
A.    Latar Belakang
Mesin penetasan telur merupakan aplikasi penetasan unggas dari alam yang meniruh dari induk ternak unggas itu sendiri, mulai dari tingkahlaku sampai dengan suhu telur yang di eramkan untuk di tetaskan. Perkembangan teknologi yang meniru induk unggas untuk di jadikan mesin tetas dan memudahkan peternak untuk menetaskan telur unggas dalam skala besar dalam waktu yang bersamaan,baik mesin tetas sederhana, semi otomatis dan full otomatis.
Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi kebocoran maka suhu dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara panas akan keluar melalui lubang tersebut.



Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.
Gambar .01: Proses pemeliharaan dan penetasan.
B.     Bahan dan Alat
1.      Bahan pembuatan mesin tetas
Bahan untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari listrik adalah sebagai berikut:
·         Multiplek / triplek 9 mm
·         Fiting lampu
·         Engsel
·         Steker listrik
·         Kawat ram Ø 0.5 cm
·         Lampu bohlam
·         Seng
·         Thermometer
·         Thermostaat
·         Baki/nampan air
·         Kabel listrik
·         Paku triplek dan lem kayu
2.      Alat pembuatan mesin tetas
Alat untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas dari listrik adalah sebagai berikut:
·         gergaji kayu
·         bor
·         gergaji besi
·         obeng dan tang
·         meteran
·         pahat kayu
·         alat tulis
·         palu.



C.    Cara Membuat
1.      Potong multiplek/triplek dengan ukuran seperti pada (gambar 01) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.
2.      Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi udara dan berilah penutup yang dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 01).
3.      Buat lubang pada bagian bawah kotak dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar pelat seng (gambar 01). Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika terjadi pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat seng tersebut lampu minyak.
4.      Buat rak untuk tempat meletakkan telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 03). Bahan rak tempat telur dapat dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita, yang penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin penetas.
mesin tetas 1
Gambar. 01. Kotak Mesin
mesin tetas tampak depan
Gambar. 02. Posisi Alat
rak mesin tetas
Gambar. 03. Rak Telur
Photobucket
Gambar. 04. Termostat
Gambar.02: Mesin dan alat penetasan.
D.    Bagian Dari Mesin Tetas
1.      Regulator / Thermostat
Adalah alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara otomatis. Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit, untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga kapsul. Lihat Gambar 04.
2.      Cara Menseting Thermostat
Lihat Gambar 04 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau menseting agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 38o C lampu pijar padam, maka caranya adalah
·         Jika sebelum suhu 38o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi sakelar/mikroswitch).
·         Jika suhu sudah lebih dari 38o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam (kapsul mendekati sakelar/mikroswitch).
3.      Baki/Nampan Air
Kegunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun secara drastis.
4.      Rak Telur
Berfungsi sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan kapasitasnya.
5.      Ventilasi
Diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada didalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur tersebut mati.
6.      Thermometer
Berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
E.     Alat Pendukung Penetasan
1.      Alat Candling / Teropong Telur
Digunakan untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi / fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau dapat pula dibuat dari pipa paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm didalamnya diberi lampu pijar. Kedua sisi pipa ditutup, salah satu sisinya diberi lubang lagi selebar ukuran telur.
F.     Cara Perhitungan Daya Tetas Telur
1.      Daya tetas telur kita hitung mulai dari nol (Awal)
Artinya seperti ini, misalkan kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur bibit sebanyak 1000 butir ,kita lakukan proses penetasan, dengan berbagai tahapan penetasan seperti penyeleksian telur yang fertil ,sampai penyeleksian bibit yang mati di dalam telur setelah masa penetasan tiba ( kurang lebih umur 28 hari )kita turunkan DOD ( day old Duck atau bebek umur sehari)  yang lahir, hingga didapatkan sejumlah DOD, misalkan yang menetas ada 700 ekor DOD. Berarti kesuksesan Penetasan kita 70% dari jumlah telur yang di masukkan.
secara matematis perhitungannya adalah: 700 ekor DOD dibagi 1000 telur yang masuk kali 100% = 70% daya tetasnya.
2.      Daya tetas telur kita hitung dari telur yang fertile
Artinya begini, misalkan kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur sejumlah 1000 butir, selanjutnya kita adakan proses seleksi bibit yang fertil pada umur minimal 24 jam sejak telur masuk, misalkan kita dapatkan telur yang ada bibitnya (fertil) ambil contoh misalkan sejumlah 850 butir, berarti acuan kesuksesan kita mulai dari sini perhitungannya, setelah telur berumur kurang lebih 28 hari, menetas misalkan 700 ekor DOD, bisa kita katakan Kesuksesan penetasan sekitas =82%.
Secara matematis perhitungannya adalah =700 DOD  yang menetas dibagi 850 butir telur yang fertil kali 100%  = 82%.
Apapun metode matematis yang kita gunakan sebagai perhitungan kesuksesan daya tetas mesin kita, target daya tetas diatas 80% sudah sangat bagus untuk penetasan bebek.

1 komentar: