CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN
KONTROL PANAS OTOMATIS
A.
Latar Belakang
Mesin
penetasan telur merupakan aplikasi penetasan unggas dari alam yang meniruh dari
induk ternak unggas itu sendiri, mulai dari tingkahlaku sampai dengan suhu
telur yang di eramkan untuk di tetaskan. Perkembangan teknologi yang meniru
induk unggas untuk di jadikan mesin tetas dan memudahkan peternak untuk
menetaskan telur unggas dalam skala besar dalam waktu yang bersamaan,baik mesin
tetas sederhana, semi otomatis dan full otomatis.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin
penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi
kebocoran maka suhu dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara
panas akan keluar melalui lubang tersebut.
![]() |
Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.
Gambar
.01: Proses pemeliharaan dan penetasan.
B.
Bahan dan Alat
1. Bahan pembuatan mesin tetas
Bahan
untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas
dari listrik adalah sebagai berikut:
|
·
Multiplek
/ triplek 9 mm
|
·
Fiting
lampu
|
|
·
Engsel
|
·
Steker
listrik
|
|
·
Kawat
ram Ø 0.5 cm
|
·
Lampu
bohlam
|
|
·
Seng
|
·
Thermometer
|
|
·
Thermostaat
|
·
Baki/nampan
air
|
|
·
Kabel
listrik
|
·
Paku
triplek dan lem kayu
|
2. Alat pembuatan mesin tetas
Alat
untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas
dari listrik adalah sebagai berikut:
|
·
gergaji
kayu
|
·
bor
|
|
·
gergaji
besi
|
·
obeng
dan tang
|
|
·
meteran
|
·
pahat
kayu
|
|
·
alat
tulis
|
·
palu.
|
|
|
|
C.
Cara Membuat
1. Potong multiplek/triplek dengan
ukuran seperti pada (gambar 01) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok
dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.
2. Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm
pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi udara dan berilah penutup yang
dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 01).
3. Buat lubang pada bagian bawah kotak
dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar pelat seng (gambar 01).
Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika terjadi
pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat
seng tersebut lampu minyak.
4. Buat rak untuk tempat meletakkan
telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 03). Bahan rak tempat telur dapat
dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau
Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita,
yang penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin
penetas.
![]() Gambar. 01. Kotak Mesin |
![]() Gambar. 02. Posisi Alat |
![]() Gambar. 03. Rak Telur |
![]() Gambar. 04. Termostat |
Gambar.02:
Mesin dan alat penetasan.
D.
Bagian Dari Mesin Tetas
1. Regulator / Thermostat
Adalah
alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara
otomatis. Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga
akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya
apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu
pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan
menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit,
untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga
kapsul. Lihat Gambar 04.
2. Cara
Menseting Thermostat
Lihat
Gambar 04 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau
menseting agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 38o C lampu pijar
padam, maka caranya adalah
·
Jika
sebelum suhu 38o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut
penyangga kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi
sakelar/mikroswitch).
·
Jika
suhu sudah lebih dari 38o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut
penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam
(kapsul mendekati sakelar/mikroswitch).
3. Baki/Nampan Air
Kegunanya
untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan
ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air
dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun
secara drastis.
4. Rak Telur
Berfungsi
sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan
kapasitasnya.
5. Ventilasi
Diperlukan
untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat
diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada
didalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur
tersebut mati.
6. Thermometer
Berfungsi
sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
E.
Alat Pendukung Penetasan
1. Alat Candling / Teropong Telur
Digunakan
untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi /
fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian
depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau
dapat pula dibuat dari pipa paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm
didalamnya diberi lampu pijar. Kedua sisi pipa ditutup, salah satu sisinya
diberi lubang lagi selebar ukuran telur.
F.
Cara Perhitungan Daya Tetas Telur
1. Daya tetas telur kita hitung mulai dari nol (Awal)
Artinya seperti ini, misalkan
kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur bibit sebanyak 1000
butir ,kita lakukan proses penetasan, dengan berbagai tahapan penetasan seperti
penyeleksian telur yang fertil ,sampai penyeleksian bibit yang mati di dalam
telur setelah masa penetasan tiba ( kurang lebih umur 28 hari )kita turunkan
DOD ( day old Duck atau bebek umur sehari) yang lahir, hingga didapatkan sejumlah DOD,
misalkan yang menetas ada 700 ekor DOD. Berarti kesuksesan Penetasan kita 70%
dari jumlah telur yang di masukkan.
secara matematis perhitungannya
adalah: 700 ekor DOD dibagi 1000 telur yang masuk kali 100% = 70% daya
tetasnya.
2. Daya tetas telur kita hitung dari telur yang fertile
Artinya begini, misalkan kapasitas
mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur sejumlah 1000 butir, selanjutnya
kita adakan proses seleksi bibit yang fertil pada umur minimal 24 jam sejak
telur masuk, misalkan kita dapatkan telur yang ada bibitnya (fertil) ambil
contoh misalkan sejumlah 850 butir, berarti acuan kesuksesan kita mulai dari
sini perhitungannya, setelah telur berumur kurang lebih 28 hari, menetas
misalkan 700 ekor DOD, bisa kita katakan Kesuksesan penetasan sekitas =82%.
Secara matematis perhitungannya
adalah =700 DOD yang menetas dibagi 850
butir telur yang fertil kali 100% = 82%.
Apapun metode matematis yang kita
gunakan sebagai perhitungan kesuksesan daya tetas mesin kita, target daya tetas
diatas 80% sudah sangat bagus untuk penetasan bebek.
CARA MEMBUAT MESIN TETAS SEDERHANA DENGAN
KONTROL PANAS OTOMATIS
A.
Latar Belakang
Mesin
penetasan telur merupakan aplikasi penetasan unggas dari alam yang meniruh dari
induk ternak unggas itu sendiri, mulai dari tingkahlaku sampai dengan suhu
telur yang di eramkan untuk di tetaskan. Perkembangan teknologi yang meniru
induk unggas untuk di jadikan mesin tetas dan memudahkan peternak untuk
menetaskan telur unggas dalam skala besar dalam waktu yang bersamaan,baik mesin
tetas sederhana, semi otomatis dan full otomatis.
Hal
yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mesin tetas adalah kotak atau box mesin
penetas jangan ada yang bocor atau tidak tertutup rapat. Apabila terjadi
kebocoran maka suhu dalam ruang mesin penetas tidak akan tercapai karena udara
panas akan keluar melalui lubang tersebut.
![]() |
Bahan yang digunakan untuk membuat kotak mesin tetas sederhana ini adalah multiplek/triplek atau dapat juga menggunakan papan kayu atau bahan lain yang sesuai dengan desain pembuatan mesin tetas. Alat penetas telur ini dapat dengan mudah kita buat sendiri dengan biaya yang relatif murah.
Gambar
.01: Proses pemeliharaan dan penetasan.
B.
Bahan dan Alat
1. Bahan pembuatan mesin tetas
Bahan
untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas
dari listrik adalah sebagai berikut:
|
·
Multiplek
/ triplek 9 mm
|
·
Fiting
lampu
|
|
·
Engsel
|
·
Steker
listrik
|
|
·
Kawat
ram Ø 0.5 cm
|
·
Lampu
bohlam
|
|
·
Seng
|
·
Thermometer
|
|
·
Thermostaat
|
·
Baki/nampan
air
|
|
·
Kabel
listrik
|
·
Paku
triplek dan lem kayu
|
2. Alat pembuatan mesin tetas
Alat
untuk membuat mesin penetas telur berkapasitas 100 butir dengan sumber panas
dari listrik adalah sebagai berikut:
|
·
gergaji
kayu
|
·
bor
|
|
·
gergaji
besi
|
·
obeng
dan tang
|
|
·
meteran
|
·
pahat
kayu
|
|
·
alat
tulis
|
·
palu.
|
|
|
|
C.
Cara Membuat
1. Potong multiplek/triplek dengan
ukuran seperti pada (gambar 01) dan rangkaikan sehingga terbentuk kotak / bok
dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm.
2. Buat lubang dengan ukuran 10 x 5 cm
pada bagian atas kotak mesin tetas untuk ventilasi udara dan berilah penutup yang
dapat dibuka dan ditutup, seperti (gambar 01).
3. Buat lubang pada bagian bawah kotak
dengan ukuran 10 x 20 dan tutuplah dengan selembar pelat seng (gambar 01).
Kegunaan pelat seng ini adalah sebagai elemen pemanas darurat jika terjadi
pemadaman listrik. Jika terjadi pemadaman listrik maka taruhlah di bawah pelat
seng tersebut lampu minyak.
4. Buat rak untuk tempat meletakkan
telur di dalam mesin tetas, seperti (gambar 03). Bahan rak tempat telur dapat
dibuat dari kawat lurus seperti pada gambar, dapat pula dipakai kawat ram atau
Anda dapat berkreasi lain dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar kita,
yang penting rak dapat digunakan untuk meletakkan telur di dalam ruang mesin
penetas.
![]() Gambar. 01. Kotak Mesin |
![]() Gambar. 02. Posisi Alat |
![]() Gambar. 03. Rak Telur |
![]() Gambar. 04. Termostat |
Gambar.02:
Mesin dan alat penetasan.
D.
Bagian Dari Mesin Tetas
1. Regulator / Thermostat
Adalah
alat yang berfungsi untuk mengatur temperature dalam mesin tetas secara
otomatis. Apabila alat ini terkena panas maka kapsul akan mengembang sehingga
akan menekan sakelar (mikroswitch) dan aliran listrik akan terputus, sebaliknya
apabila suhu turun maka kapsul akan mengempis dan akan menyalakan kembali lampu
pijar sebagai sumber panas. Untuk menseting thermostat agar dapat memutus dan
menyambung kembali aliran listrik yang menuju ke lampu pijar tidaklah sulit,
untuk mengaturnya dengan cara memajukan atau memundurkan putaran baut penyangga
kapsul. Lihat Gambar 04.
2. Cara
Menseting Thermostat
Lihat
Gambar 04 untuk melihat bagian-bagian dari thermostat. Misalnya kita mau
menseting agar ruang mesin penetas tepat pada suhu 38o C lampu pijar
padam, maka caranya adalah
·
Jika
sebelum suhu 38o C lampu pijar sudah padam, maka putarlah baut
penyangga kapsul thermostat kanan atau searah jarum jam (kapsul menjauhi
sakelar/mikroswitch).
·
Jika
suhu sudah lebih dari 38o lampu pijar baru padam, maka putarlah baut
penyangga kapsul thermostat ke kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam
(kapsul mendekati sakelar/mikroswitch).
3. Baki/Nampan Air
Kegunanya
untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan
ketinggian 2-3 cm / dibawah permukaan bibir baki. Apabila akan menambah air
dalam baki, gunakan air hangat supaya perubahan suhu dalam mesin tidak turun
secara drastis.
4. Rak Telur
Berfungsi
sebagai tempat telur yang akan ditetaskan, rak telur diisi sesuai dengan
kapasitasnya.
5. Ventilasi
Diperlukan
untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat
diatur sesuai kebutuhan. Apabila ventilasi tidak ada maka udara yang ada
didalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menyebabkan bibit telur
tersebut mati.
6. Thermometer
Berfungsi
sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.
E.
Alat Pendukung Penetasan
1. Alat Candling / Teropong Telur
Digunakan
untuk melihat apakah telur yang dimasukkan kedalam mesin penetas itu dibuahi /
fertile atau tidak. Alat candling dapat dibuat dari lampu senter yang bagian
depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam. Atau
dapat pula dibuat dari pipa paralon diameter 2-3 inci dipotong sepanjang 15 cm
didalamnya diberi lampu pijar. Kedua sisi pipa ditutup, salah satu sisinya
diberi lubang lagi selebar ukuran telur.
F.
Cara Perhitungan Daya Tetas Telur
1. Daya tetas telur kita hitung mulai dari nol (Awal)
Artinya seperti ini, misalkan
kapasitas mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur bibit sebanyak 1000
butir ,kita lakukan proses penetasan, dengan berbagai tahapan penetasan seperti
penyeleksian telur yang fertil ,sampai penyeleksian bibit yang mati di dalam
telur setelah masa penetasan tiba ( kurang lebih umur 28 hari )kita turunkan
DOD ( day old Duck atau bebek umur sehari) yang lahir, hingga didapatkan sejumlah DOD,
misalkan yang menetas ada 700 ekor DOD. Berarti kesuksesan Penetasan kita 70%
dari jumlah telur yang di masukkan.
secara matematis perhitungannya
adalah: 700 ekor DOD dibagi 1000 telur yang masuk kali 100% = 70% daya
tetasnya.
2. Daya tetas telur kita hitung dari telur yang fertile
Artinya begini, misalkan kapasitas
mesin tetas kita 1000 butir, kita masukkan telur sejumlah 1000 butir, selanjutnya
kita adakan proses seleksi bibit yang fertil pada umur minimal 24 jam sejak
telur masuk, misalkan kita dapatkan telur yang ada bibitnya (fertil) ambil
contoh misalkan sejumlah 850 butir, berarti acuan kesuksesan kita mulai dari
sini perhitungannya, setelah telur berumur kurang lebih 28 hari, menetas
misalkan 700 ekor DOD, bisa kita katakan Kesuksesan penetasan sekitas =82%.
Secara matematis perhitungannya
adalah =700 DOD yang menetas dibagi 850
butir telur yang fertil kali 100% = 82%.
Apapun metode matematis yang kita
gunakan sebagai perhitungan kesuksesan daya tetas mesin kita, target daya tetas
diatas 80% sudah sangat bagus untuk penetasan bebek.





rinciannya sudah bagus,,, tpi gambarnya kurang gan...
BalasHapus